Langkah Gampang Membuat Puisi Untuk Pendatang baru serta Contohnya Lengkap

Menulis puisi sesungguhnya tidak sangat susah. Nyaris mirip dengan aktivitas menulis bacaan teks biasa. Yang membedakan merupakan puisi ditulis dengan baris- baris kata yang mempunyai jalinan tertentu( suku kata, rima, irama, diksi, serta bait). Nah pada peluang kali ini kita hendak menekuni panduan serta trik gampang dalam membuat suatu puisi spesial untuk pendatang baru.

Tetapi saat sebelum hingga ke langkah- langkah ataupun tahapannya menulis puisi, kamu wajib terlebih dulu menguasai tentang proses pemusatan serta pemadatan dalam penyusunan puisi berikut ini. Silahkan kamu ikuti baik- baik serta mudah- mudahan dapat mengerti.

Proses Pemusatan serta Pemadatan dalam Penyusunan Puisi

Karya sastra puisi berbeda dengan karya sastra prosa. Karya sastra puisi bertabiat pemusatan( konsentrif) serta pemadatan( intensif). Pengarang tidak menarangkan secara terperinci apa yang mau diungkapkannya. Pengarang cuma mengutarakan apa yang bagi perasaannya ataupun pendapatnya ialah bagian yang pokok ataupun berarti saja ahlinesia.com .

Pengarang mengadakan konsentrasi serta intensifikasi ataupun pemusatan serta pemadatan, baik pada permasalahan yang hendak disampaikannya ataupun pula pada metode penyampaiannya. Dalam karya sastra puisi hendak terasa penghematan unsur- unsur bahasa. Perkata yang tidak berperan benar menunjang arti hendak dihilangkan, demikian pula halnya dengan isyarat baca nyaris dihilangkan.

Akibat dari usaha intensifikasi tersebut, yang jadi atensi pengarang dalam menulis puisi merupakan bunyi bahasa serta wujud. Dalam memilah perkata pengarang tidak cuma mendasarkan pada maksudnya saja namun pula mencermati nilai” rasa”; ialah pengaruh yang bisa jadi bisa ditimbulkan oleh unsur- unsur bunyi bahasa tersebut.

Penataan perkata ataupun baris- baris kalimat bukan cuma terbatas pada indahnya wujud, melainkan pula pada pengaruh pada arti puisinya. Perhatikan proses penyusunan puisi berikut!

Akibat dari usaha intensifikasi tersebut, yang jadi atensi pengarang dalam menulis puisi merupakan bunyi bahasa serta wujud. Dalam memilah perkata pengarang tidak cuma mendasarkan pada maksudnya saja namun pula mencermati nilai” rasa”; ialah pengaruh yang bisa jadi bisa ditimbulkan oleh unsur- unsur bunyi bahasa tersebut.

Penataan perkata ataupun baris- baris kalimat bukan cuma terbatas pada indahnya wujud, melainkan pula pada pengaruh pada arti puisinya. Perhatikan proses penyusunan puisi berikut!

Perasaan yang mau diungkapkan dalam wujud prosa bagaikan berikut.

Tuhanku!

Saat ini ini saya dalam kondisi termangu resah serta gundah puisi terbaru

Namun saya senantiasa berupaya menyebut nama- Mu

Biarpun saat ini ini saya merasa serius sulit, saya senantiasa berupaya buat mengingat- Mu dengan segenap kekuatan hatiku.

Dari penjelasan perasaan di atas, pengarang melaksanakan pemadatan serta pemusatan. Perkata yang tidak menunjang arti dibuang, bunyi kata yang tidak mempunyai nilai” rasa” ditukar ataupun diganti tata posisinya, sehingga semacam berikut.

Tuhanku

Dalam termangu

Saya masih menyebut nama- Mu

Supaya sulit sungguh

Mengingat Kau penuh seluruh

Memandang contoh proses penyusunan puisi semacam di atas, bisakah kalian melukiskan perasaan kalian dalam wujud puisi? Buat lebih menguasai proses pemusatan serta pemadatan kata, silahkan kamu kerjakan latihan soal berikut ini.

Latihan Pemusatan serta Pemadatan dalam Penyusunan Puisi

1. Coba jalani pemadatan serta pemusatan bersumber pada ungkapan perasaan berikut sehingga jadi wujud baris- baris puisi!

2. Perkata yang tidak menunjang arti dihilangkan ataupun dibuang.

3. Dalam proses pemadatan serta pemusatan ini, boleh sedikit merubah lapisan kata ataupun mengubah kata lain yang memiliki makna yang sama.

Penjelasan Ungkapan Perasaan

Proses Pemadatan dan

Baca Juga :  Cara Merawat Anggrek

Pemusatan

Apakah kita bangga terhadap bangsa ini, yang begitu ngetop dengan kabar TKW- nya yang diperkosa, disiksa, serta digantung di negeri orang sebelah tanpa dapat berbuat apa- apa.

Apakah sesuatu kemajuan bila ribuan generasi penerus bangsa ini berbondong- bondong mencari kerja ke negara orang.

Katanya bangsa kita ini bangsa yang besar! Apakah wajib besar pula penganggurannya? Wajib besar pula duit yang dikorupsi para pemimpinnya? Wajib orang besar saja yang bisa proteksi, ketenangan, kesejahteraan di negara ini?

Satu lagi pertanyaanku, apakah kita wajib berbesar hati serta bangga pada bangsa ini? Sebaliknya para pemimpinnya tidak memiliki hati yang bisa dibanggakan serta dibesarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *